Penyuluhan UMKM dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Oleh Kelompok 52 KKM Universitas Bina Bangsa

Pandeglang, (27/08/2024) – Pada hari Selasa, 27 Agustus 2024, di Aula Kantor Desa Banjarwangi, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, telah diselenggarakan kegiatan Penyuluhan UMKM dan Teknologi Tepat Guna (TTG) oleh Kelompok 52 KKM Universitas Bina Bangsa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para pelaku UMKM mengenai inovasi dan pengembangan usaha dengan memanfaatkan teknologi tepat guna. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa narasumber, antara lain Ivan Indrawan, Manager Sentra UMKM Wilayah Banten Bank BJB Pusat, Prof. Dr. H. Bambang Dwi Suseno, S.E., M.M., Wakil Rektor 1 Universitas Bina Bangsa sekaligus Dosen Pendamping Kelompok 52, serta Hj. Muflihah, S.Kom.I., M.M., yang juga merupakan Dosen Pendamping Kelompok 52.

Dalam penyampaiannya, Ketua Kelompok 52 KKM, Alhane Wahdaliansyah, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi 8 bidang program kerja KKM, di antaranya adalah bidang ekonomi, pendampingan UMKM, dan teknologi tepat guna. Ketua pelaksana acara, Permata Bintang, menambahkan bahwa penyuluhan ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan pendampingan kepada pelaku UMKM, khususnya pelaku usaha di sektor UMKM Ikan dan UMKM Keripik Pisang. “Tujuannya adalah memberikan pengetahuan, pemahaman, serta inovasi dalam mengelola usaha kepada para pelaku UMKM agar dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk mereka,” ujar Permata.

Tema penyuluhan kali ini adalah “Inovasi dan Pengembangan UMKM Dengan Penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG)”. Dalam paparannya, Ivan Indrawan menekankan pentingnya peran UMKM dalam mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. “UMKM memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja Indonesia yang masih banyak menganggur. Selain itu, UMKM juga telah berkontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah maupun negara. Oleh karena itu, pengelolaan UMKM perlu dioptimalkan agar dampaknya lebih luas,” ungkap Ivan.

Senada dengan Ivan, Encep Saefullah, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Kelompok 52 Desa Banjarwangi sekaligus Koordinator KKM Kecamatan Pulosari, menekankan pentingnya UMKM untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi. “Penggunaan teknologi dalam aktivitas bisnis akan meningkatkan jumlah produksi, volume penjualan, serta memperluas segmentasi pasar,” tambah Encep. Ia berharap melalui pemanfaatan teknologi, UMKM di Desa Banjarwangi dapat semakin berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Hj. Muflihah juga memberikan pandangannya mengenai pentingnya penggunaan teknologi dalam optimasi usaha. “Penggunaan media digital atau online dalam aktivitas pemasaran sudah menjadi kebutuhan mutlak bagi UMKM agar produk mereka dapat dikenal oleh pasar yang lebih luas. Selain itu, penggunaan teknologi pada proses produksi juga akan membantu UMKM menghasilkan produk berkualitas yang memiliki daya saing tinggi,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor 2 Universitas Bina Bangsa, Drs. Gatot Hartoko, M.Si., yang bertindak sebagai dosen pendamping, serta Kepala Desa Banjarwangi, Dede Safrudin, S.H. Dalam sambutannya, Dede menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami sangat menyambut baik adanya penyuluhan ini, karena kami berharap para pelaku UMKM di Desa Banjarwangi dapat meningkatkan usahanya dan berdampak positif pada penghasilan mereka,” ujarnya.

Acara ditutup dengan penyerahan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM Ikan dan UMKM Keripik Pisang. Selain itu, kelompok KKM 52 juga menyerahkan website desa dan UMKM, akun marketplace Shopee dan Tokopedia, mesin pengiris pisang, serta alat pakan ikan otomatis kepada perwakilan pelaku UMKM Ikan, Najudin, dan perwakilan UMKM Keripik Pisang, Mariam. Melalui dukungan ini, diharapkan pelaku UMKM di Desa Banjarwangi dapat semakin maju dalam mengembangkan usaha mereka dengan memanfaatkan teknologi yang ada. #Red.ESC.News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *