
Lebak, (28/08/24) – Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (Uniba) Kelompok 66 telah melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat di berbagai posko yang tersebar di daerah Kadu Agung. Salah satu kegiatan unggulan mereka adalah pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak di sekitar posko, yang menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman agama anak-anak sejak dini.
Pembelajaran Al-Qur’an yang diadakan oleh Kelompok 66 ini tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan bacaan dan tajwid Al-Qur’an, tetapi juga membantu membentuk karakter dan akhlak anak-anak melalui nilai-nilai moral dan etika Islam. Dengan demikian, anak-anak diharapkan dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, berlandaskan ajaran Islam.
Kegiatan ini dipimpin oleh dua mahasiswa, Jaka Surya dan Nadila, yang bertanggung jawab atas program keagamaan kelompok. Mereka berdua bekerja sama untuk memastikan bahwa kegiatan pembelajaran ini berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi anak-anak. Salah satu fokus utama mereka adalah membentuk rasa cinta dan keyakinan anak-anak terhadap agama, khususnya terhadap Allah SWT dan Al-Qur’an sebagai firman-Nya.
Pendekatan Pembelajaran yang Menyenangkan
Dalam melaksanakan pembelajaran Al-Qur’an ini, Kelompok 66 KKM Uniba mengadopsi pendekatan yang sesuai dengan usia anak-anak. Mereka memastikan bahwa metode pengajaran yang digunakan menyenangkan dan mudah dipahami, sehingga anak-anak merasa nyaman dan bersemangat untuk belajar. Beberapa langkah pelaksanaan kegiatan ini mencakup:
- Persiapan Materi: Materi yang diajarkan telah disusun sedemikian rupa agar sesuai dengan tingkat pemahaman anak-anak. Pengajaran tidak hanya fokus pada bacaan Al-Qur’an, tetapi juga tajwid dan pemahaman makna dari surat-surat pendek.
- Pengajaran dan Metode Interaktif: Pengajaran dilakukan dengan metode interaktif yang menarik bagi anak-anak. Mahasiswa menggunakan alat bantu visual, permainan edukatif, serta metode hafalan yang menyenangkan agar proses belajar tidak membosankan.
- Evaluasi dan Pengembangan: Secara berkala, diadakan evaluasi untuk mengetahui kemajuan belajar anak-anak. Mahasiswa KKM juga melibatkan orang tua dalam memberikan masukan dan feedback, sehingga kualitas pembelajaran dapat terus ditingkatkan.
Manfaat Pembelajaran Al-Qur’an bagi Anak-Anak dan Masyarakat
Kegiatan belajar mengaji yang dilaksanakan oleh Kelompok 66 memberikan banyak manfaat, baik bagi anak-anak maupun masyarakat sekitar. Berikut beberapa manfaat utama dari kegiatan ini:
- Peningkatan Keterampilan Mengaji: Anak-anak yang mengikuti kegiatan ini menjadi lebih mahir dalam membaca Al-Qur’an, baik dari segi tajwid maupun pemahaman makna surat-surat pendek.
- Penguatan Identitas Agama: Melalui pemahaman yang lebih dalam terhadap ajaran Islam, anak-anak dapat memperkuat identitas mereka sebagai seorang Muslim dan lebih memahami ajaran agama yang mendalam.
- Keterlibatan Masyarakat: Kegiatan ini melibatkan masyarakat secara langsung, sehingga terjalin sinergi antara mahasiswa KKM dan warga setempat dalam membangun komunitas yang lebih baik. Selain anak-anak, orang tua juga merasakan manfaat dari kegiatan ini, karena mereka melihat peningkatan positif dalam perkembangan spiritual anak-anak mereka.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Menurut Jaka Surya dan Nadila, penanggung jawab program keagamaan, mereka berharap kegiatan pembelajaran Al-Qur’an ini dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas. Mereka juga berharap bahwa anak-anak yang terlibat dalam program ini akan tumbuh menjadi generasi yang lebih beriman dan berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan dasar akidah yang kuat.
Dengan semangat pengabdian, KKM Uniba Kelompok 66 berupaya tidak hanya memberikan pengetahuan agama yang lebih baik bagi anak-anak, tetapi juga berkontribusi dalam membina masyarakat yang lebih religius dan harmonis. Melalui program-program seperti ini, mereka yakin bahwa pendidikan agama yang diberikan sejak dini akan membentuk generasi penerus yang lebih baik, baik dari segi akhlak maupun kecintaan mereka terhadap agama Islam.
Program ini menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa, melalui kegiatan KKM, dapat turut serta dalam memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Kegiatan belajar mengaji ini bukan hanya memberikan manfaat langsung bagi anak-anak, tetapi juga berdampak positif pada masyarakat secara keseluruhan. #Red.