
Pandeglang, Sabtu 12 Juli 2025 – Di tengah gempuran makanan ringan modern dan produk industri IMPOR, sebuah usaha rumahan di Kampung Cisekeut, RT 04 RW 01, Desa Mekarsari, Kabupaten Pandeglang, hadir sebagai penjaga cita rasa tradisional. Usaha camilan rumahan bernama Rania Wakwaw ini dirintis sejak 2018 oleh Nyai Eli, seorang ibu rumah tangga lulusan sekolah dasar yang dikenal gigih dan konsisten.Dengan modal awal hanya Rp100.000, Nyai Eli mulai mengolah aneka camilan tradisional seperti keripik pisang, seroja, rempeyek, dan keripik sukun. Meskipun berawal dari dapur sederhana, saat ini proses produksinya sudah dibantu dengan peralatan modern, sementara cita rasa tetap dipertahankan sesuai dengan resep turun-temurun.
Produk-produk Rania Wakwaw dijual dengan harga Rp60.000 hingga Rp75.000 per kilogram, tergantung jenisnya. Pemasaran dilakukan secara langsung kepada warga sekitar dan juga melalui media sosial seperti Facebook dan WhatsApp. Meskipun pernah memiliki merek dagang, branding tersebut kini sudah tidak lagi digunakan secara aktif. Dalam menjalankan usahanya, Nyai Eli dibantu oleh sang suami tanpa sistem gaji. Seluruh keterampilan mengolah dan mengemas camilan diperoleh secara otodidak. Hingga saat ini, pencatatan keuangan belum dilakukan secara formal, namun omzet bulanan diperkirakan berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000. Salah satu tantangan utama yang kerap dihadapi adalah ketersediaan bahan baku yang tidak selalu stabil. Meski demikian, Nyai Eli terus berupaya melakukan inovasi, terutama dalam bentuk dan kemasan produk, agar lebih menarik tanpa meninggalkan rasa asli yang menjadi kekuatan utama produknya. Walau belum pernah mengikuti pelatihan UMKM, Nyai Eli memiliki tekad kuat untuk mengembangkan usahanya. Ia mengaku tidak secara khusus berharap bantuan dari pemerintah, namun tetap terbuka jika ada peluang kolaborasi yang bisa membantu usaha kecilnya tumbuh lebih baik. Usaha Rania Wakwaw menjadi bukti bahwa dengan ketekunan dan semangat menjaga tradisi, usaha kecil pun mampu bertahan dan memberi warna tersendiri di tengah persaingan industri makanan ringan saat ini. #red_Raya/Silvi