
Pagelaran, Pandeglang (09/07/2025) – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 32 Universitas Bina Bangsa (Uniba) melaksanakan kegiatan penanaman jagung secara serentak di lahan perhutanan sosial yang berada di Desa Bama, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu, 9 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat desa melalui pemanfaatan lahan perhutanan sosial secara produktif.
Program ini mengusung tema “Pemberdayaan Lahan Perhutanan Sosial untuk Ketahanan Pangan Desa” dan diinisiasi sebagai bagian dari program kerja unggulan KKM Kelompok 32. Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibnu Sina, M.Pd, ALFO-P, serta didukung penuh oleh pemerintah desa dan aparat setempat. Kehadiran mahasiswa disambut dengan antusias oleh berbagai pihak, termasuk warga desa yang ikut terlibat langsung dalam proses penanaman. Kepala Desa Bama, Yana Mariana, hadir dan membuka kegiatan secara simbolis. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi aktif mahasiswa KKM Uniba dalam memberdayakan potensi lahan desa. “Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini. Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, kegiatan ini juga membangun semangat kerja sama antara generasi muda dan masyarakat desa,” ujarnya.

Selain itu, Kapolsek Pagelaran, Iptu Dasep Dudirahmat, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan KKM seperti ini memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan sosial dan lingkungan di desa. “Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan agrikultur seperti ini menciptakan ruang sinergi yang sehat antara pemuda dan masyarakat. Ini perlu terus dikembangkan,” katanya.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Kelompok KKM 32, Jefrika Adha Mukhti, dan diikuti oleh para anggota kelompok lainnya yaitu Bunga Sani Tarihoran, Hikmalia Fitri, Muhammad Ridho Dhiaz, Risko Awangga, Aam Sumiati, Siti Nur Ainunisa Jahrah, Dinda Fadillah, Wulandari, Hawana, Anevay Ahmad, Muhammad Ilham, dan Amelia Sari. Mereka semua turun langsung ke lahan, membersihkan area tanam, mengolah tanah, hingga menanam bibit jagung bersama warga desa.
Salah satu tokoh masyarakat, Gandhi yang juga merupakan staf desa, turut serta dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru bagi warga untuk lebih produktif dalam mengelola lahan perhutanan. “Kami merasa terbantu. Banyak warga yang mulai termotivasi kembali untuk bercocok tanam,” ucap Gandhi.
Menurut Jefrika Adha Mukhti selaku ketua kelompok, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan lahan-lahan yang sebelumnya tidak tergarap secara maksimal. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai pentingnya keterlibatan sosial dan pembangunan berbasis masyarakat. “Kami belajar banyak dari sini, dan kami juga ingin meninggalkan manfaat yang bisa terus berkelanjutan meskipun program KKM kami berakhir,” jelasnya. Kegiatan penanaman jagung ini menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun desa yang berdaya, mandiri, dan tangguh. Harapannya, program ini dapat menjadi pemantik lahirnya kegiatan serupa di desa-desa lain, sehingga mahasiswa tidak hanya menjadi agen perubahan di kampus, tetapi juga di tengah masyarakat. #Red-ESC.NEWS_2025