
Sukalaba – Dalam upaya mempermudah proses penirisan minyak pada jamur Krispi, kelompok KKM kelompok 50 Universitas Bina Bangsa membuat teknologi tepat guna yaitu sebuah peniris minyak yang terbuat dari toples pada usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yaitu pada jamur tiram yang ada di Desa Sukalaba, Kecamatan Gunungsari, kabupaten Serang.
Yang dimana peniris minyak tersebut berfungsi untuk mengurangi kadar minyak yang berlebih pada saat setelah menggoreng jamur krispi yang akan di jual oleh bapak syamsul sebagai pelaku usaha UMKM jamur krispi tersebut. Agar dapat meningkatkan kualitas produk yang akan di jual dalam setiap kemasan nya dan tentunya akan membuat para konsumen lebih tertarik akan hasil jamur krispi yang di jual oleh bapak Syamsul karena kadar minyak yang terdapat pada jamur krispi tidak terlalu banyak dan menjadikan jamur krispi menjadi semakin berkualitas.
Jamur krispi merupakan salah satu produk olahan bapak samsul yang banyak diminati oleh konsumen karena cita rasanya yang enak dan gurih. Tetapi karena pak syamsul merupakan industri olahan rumah tangga maka kegiatan produksi yang digunakan masih menggunakan cara yang sederhana yaitu belum menggunakan teknologi dalam meniriskan jamurnya. Maka dengan adanya Teknologi tepat guna (TTG) peniris minyak yang dibuat oleh kelompok KKM 50 uniba ini membuat segmentasi pasarnya semakin meningkat dan semakin berkembang.
Cara kerja dari alat peniris minyak goreng (spinner) ini adalah dengan meletakkan produk jamur krispi ke dalam toples kecil, lalu toples akan diputar oleh poros yang dihubungkan dengan dynamo kipas angin. Akibat dari gaya sentrifugal yang terjadi saat toples berputar, maka jamur krispi yang akan ditirskan bergerak menuju ke bagian sisi toples peniris minyak. Sehingga minyak akan mengalir keluar melalui lubang lubang kecil yang berada pada bagian sisi toples kecil dan jatuh pada toples yang lebih besar. Selanjutnya minyak akan mengalir keluar dari toples besar melalui lubang yang telah dibuat pada bagian bawah toples besar menuju wadah penampung. Sehingga jamur krispi yang telah diletakkan pada dalam toples kecil menjadi kering.
Melalui partisipasi mahasiswa KKM kelompok 50 UNIBA pa syamsul sebagai pelaku usaha UMKM merasa sangat berterimakasih kepada mahasiswa KKM kelompok 50 UNIBA atas adanya bantuan Teknologi tepat guna yaitu sebuah peniris minyak tersebut karena dengan adanya alat tersebut dapat membantu peningkatan dalam kualitas jamur krispi yang dijual oleh nya.