
Kota Serang (14/8/2026)– Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 09 melaksanakan Program Kerja Rocket Stove bersama masyarakat di lingkungan RT 04, Kelurahan Cigoong, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, pada Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa mengenalkan dan menerapkan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Program ini dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan mahasiswa dan warga sekitar. Tidak hanya menjadi kegiatan pembangunan alat, proses pembuatan rocket stove juga menjadi sarana transfer pengetahuan kepada masyarakat mengenai cara pembuatan, penggunaan, serta pemanfaatan bahan bakar yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti kayu dan ranting kering.
Kegiatan diawali dengan persiapan lokasi, alat, dan bahan yang akan digunakan. Mahasiswa bersama warga terlebih dahulu meratakan tanah sebagai dasar tempat pembangunan rocket stove. Selanjutnya, dilakukan pemasangan bahan dasar, penyusunan hebel, pemasangan besi, hingga pembentukan ruang pembakaran dan jalur masuk udara. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan susunan setiap bagian agar struktur rocket stove dapat berdiri dengan baik dan jalur udara serta ruang pembakaran dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Mahasiswa dan warga saling berbagi tugas selama proses pengerjaan, mulai dari menyiapkan bahan, mengangkut material, menyusun bagian alat, hingga memastikan setiap bagian terpasang dengan baik.

Setelah konstruksi selesai, bagian luar rocket stove diberikan lapisan cat agar tampilannya lebih rapi dan menarik. Selanjutnya dilakukan pengujian untuk memastikan alat dapat menghasilkan api dan panas. Kayu serta ranting kering digunakan sebagai bahan bakar, kemudian pembakaran dilakukan dengan menambahkan bahan bakar secara bertahap.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa rocket stove dapat menghasilkan api dan panas pada bagian atas yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak. Warga yang hadir juga berkesempatan melihat secara langsung proses pembakaran serta mencoba menggunakan alat tersebut.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Beberapa warga turut membantu menyiapkan kayu, mengatur bahan bakar, dan mengamati proses kerja rocket stove. Keterlibatan masyarakat secara langsung diharapkan membuat warga tidak hanya mengenal alat yang telah dibuat, tetapi juga memahami cara penggunaannya sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 09, Rani Puspa, S.E., M.M., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan pembangunan rocket stove menjadi salah satu contoh penerapan teknologi tepat guna yang lahir dari kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
“Saya mengapresiasi inisiatif dan kerja keras mahasiswa Kelompok 09 yang telah merancang serta melaksanakan kegiatan ini bersama masyarakat. Yang paling penting bukan hanya alatnya selesai dibuat, tetapi bagaimana proses pembuatannya melibatkan warga sehingga ada pengetahuan dan keterampilan yang ikut ditransfer kepada masyarakat,” ujar Rani Puspa.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat RT 04 yang bersedia terlibat sejak tahap persiapan hingga pengujian alat. Menurutnya, keterlibatan warga merupakan bagian penting agar program KKM tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan sesuatu yang benar-benar dapat dimanfaatkan bersama.
“Terima kasih kepada warga yang sudah meluangkan waktu dan ikut bergotong royong bersama mahasiswa. Semoga rocket stove ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi salah satu alternatif yang berguna bagi masyarakat,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Kelurahan Cigoong yang telah memberikan ruang dan dukungan kepada mahasiswa KKM untuk melaksanakan program kerja di tengah masyarakat. Dukungan pemerintah kelurahan serta keterbukaan masyarakat menjadi bagian penting dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Tidak kalah penting, Rani Puspa memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 09 atas kekompakan dan kerja sama selama proses pelaksanaan program. Pembangunan rocket stove membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari persiapan material, pengerjaan konstruksi, dokumentasi, hingga pengujian alat.
“Saya bangga melihat kekompakan teman-teman Kelompok 09. Kegiatan seperti ini membutuhkan kerja sama, pembagian tugas, dan kemauan untuk turun langsung bersama masyarakat. Semoga pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga tentang bagaimana bekerja bersama dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Program Rocket Stove diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk nyata penerapan teknologi tepat guna di Kelurahan Cigoong. Selain memanfaatkan bahan bakar berupa kayu dan ranting kering yang tersedia di lingkungan sekitar, keberadaan alat ini juga memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam mengenal teknologi pembakaran sederhana yang dapat digunakan untuk kebutuhan memasak.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa program KKM dapat menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, mahasiswa, dan masyarakat. Melalui semangat gotong royong, sebuah teknologi sederhana dapat dibangun bersama sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan selesainya pembangunan dan pengujian rocket stove, mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 09 berharap alat tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat serta menjadi salah satu hasil nyata pengabdian mahasiswa selama melaksanakan KKM di Kelurahan Cigoong. .#red_ESC.News-2026