
Serang, (12/07/2025) – Bank Sampah Sukawana Asri, yang berada di Kelurahan Sukawana, Kecamatan Curug, Kota Serang, kembali melaksanakan kegiatan rutin penimbangan sampah terpilah pada Jumat (12/7). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular yang turut didukung oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 12.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini melibatkan partisipasi aktif warga sekitar yang telah menjadi nasabah bank sampah. Mereka membawa sampah rumah tangga yang telah dipilah, seperti botol plastik, kardus, galon bekas, dan bahkan minyak jelantah. Semua sampah tersebut ditimbang secara teliti dan dicatat dalam buku tabungan masing-masing nasabah.
“Partisipasi warga terus meningkat setiap bulannya. Mereka kini lebih sadar akan pentingnya memilah sampah dari rumah. Selain membantu menjaga lingkungan, mereka juga bisa mendapatkan nilai ekonomi dari sampah,” ungkap pengelola Bank Sampah Sukawana Asri.
Setiap jenis sampah memiliki nilai jual tersendiri. Proses penimbangan dilakukan secara terbuka dan sistematis, mencerminkan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan. Nilai dari sampah yang disetor kemudian dikonversi menjadi saldo tabungan yang dapat diuangkan atau digunakan untuk berbagai kebutuhan lainnya.

Para mahasiswa KKM Uniba Kelompok 12 turut terlibat aktif dalam kegiatan ini, baik dalam proses penimbangan, pencatatan, hingga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan menciptakan perubahan positif di bidang lingkungan dan sosial.
“Kami merasa senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan seperti ini. Selain belajar tentang pengelolaan sampah, kami juga menyaksikan dampak nyata dari program ini terhadap masyarakat,” ujar salah satu mahasiswa KKM.
Bagi warga, kehadiran bank sampah telah membawa perubahan besar. Sampah yang sebelumnya hanya dibuang, kini memiliki nilai jual. Rumah menjadi lebih bersih, dan anak-anak pun mulai diajarkan untuk memilah sampah sejak dini.
“Sejak ikut program ini, saya merasa rumah jadi lebih tertata. Kami juga bisa menabung dari hasil sampah. Ini sangat membantu,” kata salah satu nasabah bank sampah.
Bank Sampah Sukawana Asri kini menjadi role model pengelolaan sampah berbasis komunitas di Kota Serang. Dengan mengedepankan prinsip ekonomi sirkular yaitu mengelola sumber daya agar terus digunakan kembali program ini tak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga.

Ke depan, pengelola bank sampah bersama mahasiswa KKM dan pemerintah kelurahan berencana memperluas cakupan layanan, serta mengadakan pelatihan daur ulang dan sosialisasi kepada lebih banyak warga. Harapannya, kegiatan serupa dapat direplikasi di kelurahan-kelurahan lain, memperkuat budaya peduli lingkungan dan memperluas dampak ekonomi berkelanjutan di masyarakat.#Red.ESC_NEWS-2025